Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Obstructive Sleep Apnea (OSA) Pada Penderita Tuberkulosis (TB) Paru

Authors

  • Zahra Nursabrina El Tsalis Universitas Riau
  • Siti Rahmalia Hairani Damanik Universitas Riau
  • Yesi Hasneli N Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.851

Keywords:

Kebiasaan Merokok, Obstructive Sleep Apnea, Tuberkulosis Paru

Abstract

Pendahuluan: Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan tidur akibat obstruksi saluran napas atas yang dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti merokok dan kondisi penyakit paru kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada penderita tuberkulosis (TB) paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 55 orang penderita TB paru yang seluruhnya merupakan perokok aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan menggunakan kuesioner berlin untuk mengukur tingkat keparahan OSA sedangkan untuk kebiasaan merokok diukur dengan melihat jumlah rokok yang dikonsumsi dan frekuensi nya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat kebiasaan merokok dan derajat OSA. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kebiasaan merokok dan kejadian OSA (p = 0,003; p < 0,05). Responden tergolong perokok berat (32.7%), perokok sedang (34.6%) dan ringan (32.7%), dengan sebagian besar mengalami OSA kategori sedang (30.9%), normal (36.4%) hingga berat (32.7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin buruk kebiasaan merokok, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami gangguan tidur obstruktif yang lebih berat. Kesimpulan: Orang yang memiliki kebiasaan merokok yang buruk akan mengalami kejadian OSA akan semakin berat.

Published

2026-06-18

How to Cite

Tsalis, Z. N. E., Damanik, S. R. H., & N, Y. H. (2026). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Obstructive Sleep Apnea (OSA) Pada Penderita Tuberkulosis (TB) Paru. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 2381–2398. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.851

Issue

Section

Articles