Hubungan Pola Makan dan Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMK Sasmita Jaya 1 Kelas X Pamulang Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.856Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Pola Makan, Fast Food, HemoglobinAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan konsumsi fast food dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMK Sasmita Jaya I Pamulang Tahun 2025. Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri dan berpotensi mempengaruhi pertumbuhan, konsentrasi belajar, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 37 siswi yang mengalami anemia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami anemia ringan (73,0%), memiliki pola makan kurang baik (67,6%), dan sering mengkonsumsi fast food (70,3%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,001; OR = 23,000) serta antara konsumsi fast food dengan kejadian anemia (p = 0,041; OR = 6,600). Remaja putri dengan pola makan kurang baik memiliki risiko 23 kali lebih besar mengalami anemia, sedangkan remaja yang sering mengkonsumsi fast food memiliki risiko 6,6 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan kelompok pembanding. Dapat disimpulkan bahwa pola makan dan konsumsi fast food berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi dan pembiasaan pola makan sehat untuk mencegah anemia serta meningkatkan derajat kesehatan remaja.




