Analisis Kesenjangan Kualitas Lingkungan Kerja dan Temuan Klinis Respirasi Pekerja Fabrikasi Logam: Studi pada PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.861Keywords:
Paparan Debu, Asap Pengelasan, K3, Gangguan Fungsi Paru, Kesehatan Kerja, Fabrikasi LogamAbstract
Industri fabrikasi logam memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan perNafasan akibat paparan debu partikulat dan asap pengelasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara hasil pengukuran kualitas udara lingkungan kerja dan temuan klinis respirasi pekerja di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari hasil pemantauan lingkungan kerja Semester 2 Tahun 2024 dan Semester 1 Tahun 2025 serta data Medical Check-Up (MCU) pekerja. Data yang dianalisis meliputi pengukuran kualitas udara, spirometri, foto toraks, riwayat pajanan, dan keluhan respirasi. Hasil menunjukkan seluruh parameter kualitas udara berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB), termasuk debu partikulat sebesar 1,03 mg/m³ pada Semester 1 Tahun 2025. Namun demikian, pemeriksaan kesehatan masih menemukan 20 pekerja (16,0%) mengalami gangguan fungsi paru restriktif serta enam temuan radiologis paru yang terdiri atas empat infiltrat paru dan dua fibroinfiltrat berkonfluens. Temuan tersebut mengindikasikan adanya dampak pajanan kronis yang tidak sepenuhnya tercermin dalam hasil pemantauan lingkungan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap standar kualitas udara belum menjamin perlindungan kesehatan respirasi pekerja, sehingga diperlukan pengendalian bahaya yang lebih komprehensif serta pemantauan kesehatan berkala.




