Gambaran Pengetahuan Kader Bekam dalam Menurunkan Risiko Infeksi di Kecamatan Pademawu Pamekasan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.864Keywords:
Bekam, Pengetahuan, Risiko InfeksiAbstract
Risiko transmisi infeksi patogen menjadi ancaman krusial dalam praktek terapi bekam yang tidak memenuhi standar higienitas dan sanitasi. Sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat, kader bekam dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi guna menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tingkat pengetahuan kader bekam terkait upaya penurunan risiko infeksi di wilayah Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 kader bekam dipilih sebagai responden penelitian menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur mengenai higienitas bekam dan pencegahan infeksi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas kader bekam memiliki tingkat pengetahuan rata-rata tingkat pengetahuan kader bekam adalah 15,4 ± 2,162. Secara umum, pengetahuan kader bekam di Kecamatan Pademawu berada pada tingkat baik. Meskipun demikian, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan, sosialisasi standardisasi klinis, dan pengawasan terpadu dari dinas kesehatan setempat guna mengoptimalkan kepatuhan kader terhadap protokol keselamatan hayati (biosafety) dalam terapi bekam.




