Penilaian Tingkat Kebisingan Mesin Produksi dan Potensi Resikonya terhadap Kesehatan Pendengaran Pekerja di Industri Plastik

Authors

  • Gita Preety Ronatio Tampubolon Politeknik Ketenagakerjaan
  • Nasywa Dzatul Ulya Politeknik Ketenagakerjaan
  • Nur Sya'bani Ziyadatul Khair Politeknik Ketenagakerjaan
  • Nico Linggi Pongmasangka Politeknik Ketenagakerjaan

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.884

Keywords:

Kebisingan, Industri Plastik, Gangguan Pendengaran, Nilai Ambang Batas, Alat Pelindung, Pendengaran, Kesehatan Kerja

Abstract

Kebisingan akibat operasional mesin produksi merupakan faktor bahaya fisik yang umum dijumpai di fasilitas pengolahan plastik. Pemaparan suara keras secara berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pendengaran maupun efek kesehatan di luar sistem pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kebisingan di area produksi sebuah pabrik plastik di kawasan industri Bantar Gebang, Bekasi, serta menggambarkan kondisi lingkungan kerja berdasarkan observasi langsung dan wawancara pekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif observasional. Data tingkat kebisingan bersumber dari laporan uji lingkungan perusahaan tahun 2023 menggunakan metode SNI 7231:2009, yang dilengkapi dengan data observasi dan wawancara. Intensitas kebisingan yang terukur di area produksi adalah 74 dB(A), masih berada di bawah ambang batas 85 dB(A) yang dipersyaratkan dalam Permenaker No.  5 Tahun 2018. Namun demikian, temuan lapangan mengungkap bahwa durasi kerja aktual pekerja mencapai 12 jam per hari, posisi kerja berada kurang dari satu meter dari mesin yang beroperasi kontinu, dan tidak ada pekerja yang menggunakan alat pelindung pendengaran. Pekerja juga melaporkan keluhan berupa tinnitus, kesulitan berkomunikasi di area kerja, kelelahan, dan nyeri kepala. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian resiko yang hanya berfokus pada intensitas suara tidak memadai apabila durasi paparan aktual dan perilaku protektif pekerja diabaikan. Pemeriksaan audiometri berkala dan program kewajiban penggunaan alat pelindung pendengaran sangat direkomendasikan sebagai langkah pengendalian awal.

Published

2026-07-21

How to Cite

Tampubolon, G. P. R., Ulya, N. D., Khair, N. S. Z., & Pongmasangka, N. L. (2026). Penilaian Tingkat Kebisingan Mesin Produksi dan Potensi Resikonya terhadap Kesehatan Pendengaran Pekerja di Industri Plastik. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 539–546. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.884

Issue

Section

Articles