Pemberian Rebusan Air Jahe terhadap Frekuensi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan Emesis gravidarum di Bidan Praktek Mandiri Riri Febriari, S.ST., Bd. Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.885Keywords:
Kehamilan, Emesis Gravidarum, Air JaheAbstract
Beberapa masalah yang sering terjadi selama kehamilan awal seperti rasa terbakar di dada (heartburn), hipersalivasi, pusing, mudah lelah, peningkatan frekuensi berkemih, konstipasi, dan muntah. Perubahan fisiologis yang disebabkan oleh sekresi hormon merupakan salah satu perubahan yang pasti terjadi selama kehamilan Dampak yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum adalah penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan ibu mengalami gizi kurang serta dapat menyebabkan ibu mengalami dehidrasi yang dapat membahayakan ibu dan janin.Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jahe terhadap frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum Trimester I di Bidan Praktek Mandiri Riri Febriari, S.ST., Bd. Kota Banda Aceh Tahun 2026.Metode penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 15 orang ibu hamil dengan emesis gravidarum. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 s/d 18 Mei 2026 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji ppaired t-test. Hasil penelitian dari 15 orang ibu hamil sebelum pemberian jahe sebagian besar mengalami mual dan muntah pada kategori sedang yaitu sebanyak 14 (93,3%), setelah diberikan jahe sebagian besar mengalami mual dan muntah pada kategori ringan yaitu sebanyak 10 orang (66,7%). Sebelum diberikan air jahe rata-rata mual dan muntah sebesar 9.13, sedangkan setelah pemberian air jahe rata-rata menjadi 4.40 dengan nilai penurunan sebesar 4,73 dan P-Value 0,001.




