Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.886Keywords:
Pengaruh Edukasi, Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), SD Negeri 1 Tondon Toraja UtaraAbstract
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang kualitas hidup dan produktivitas. PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Hasil observasi di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara menunjukkan kondisi lingkungan sekolah cukup bersih namun kondisi kamar mandi dan WC siswa masih tampak kurang bersih dan penataan ruang kelas masih kurang rapi, tersedia tempat sampah yang diletakkan di depan kelas masing-masing namun kebiasaan siswa yang suka membuang sampah sembarangan atau tidak sesuai pada tempatnya, disamping itu tersedia wastafel di depan kelas namun tidak difungsikan dengan baik oleh siswa. dan tidak tersedianya kantin bagi penjual disekolah yang membuat siswa jajan di tempat sembarangan yang tidak diketahui hygiene dari jajanan yang dikonsumsi, kemudian perilaku siswa pada saat sebelum makan atau mengkonsumsi jajanan jarang mencuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre-eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Tondon, Kabupaten Toraja Utara, pada 22 April-06 Mei 2026. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 siswa kelas V dan VI di SD Negeri 1 Tondon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian Mayoritas responden berada pada usia 11 tahun dengan proporsi jenis kelamin yang hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan. Seluruh responden merupakan siswa kelas tinggi (kelas V dan VI) yang memiliki kesiapan kognitif yang baik dalam menerima informasi kesehatan, tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang (85,0%). Kesimpulan: Pemberian edukasi kesehatan memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan wawasan siswa. Hal ini membuktikan bahwa intervensi pendidikan kesehatan di sekolah mampu mengubah cara pandang dan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah




