Analisis Tingkat Kebisingan dan Upaya Pengendalian Penyakit Akibat Kerja di Area DTY pada PT X

Authors

  • Anjani Janitra Satyaningtias Politeknik Ketenagakerjaan
  • Annisa Auliya Cahya Politeknik Ketenagakerjaan
  • Ratu Nurhalimah Nasution Politeknik Ketenagakerjaan
  • Nico Linggi Pongmasangka Politeknik Ketenagakerjaan

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.887

Keywords:

Kebisingan, Noise Induced Hearing Loss, Hirarki Pengendalian, Draw Texturing Yarn, Kesehatan Kerja

Abstract

Kebisingan merupakan faktor risiko bahaya fisik dominan di industri manufaktur tekstil yang berpotensi menimbulkan Penyakit Akibat Kerja (PAK) berupa Noise Induced Hearing Loss (NIHL) secara kumulatif dan ireversibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebisingan, mengidentifikasi potensi PAK, mengevaluasi efektivitas pengendalian, serta merumuskan rekomendasi perbaikan di area Draw Texturing Yarn (DTY) PT X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, melalui pengukuran intensitas kebisingan menggunakan Sound Level Meter berdasarkan SNI 7231:2009, observasi lapangan, dan wawancara dengan tim keselamatan. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan di area DTY mencapai 88 dBA, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018 untuk durasi kerja 8 jam per shift. Sumber kebisingan utama berasal dari mesin twisting, heater, roll pengatur tegangan, cooling plate, dan take up unit yang beroperasi kontinu. Paparan melebihi NAB selama 8 jam melampaui batas aman 4 jam yang diperbolehkan pada intensitas 88 dBA, sehingga risiko NIHL pada pekerja tergolong tinggi. Perusahaan telah menerapkan pengendalian berupa penyediaan earplug, pemasangan tanda peringatan, pengaturan shift dengan istirahat setiap 4 jam, dan pemeriksaan kesehatan berkala (MCU), namun pengendalian teknik seperti pemasangan peredam suara dan perawatan mesin belum dioptimalkan. Program kesehatan kerja perusahaan mencakup lima pilar: promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pengendalian teknik, administratif, dan APD perlu ditingkatkan secara sinergis guna menekan pajanan kebisingan di bawah NAB dan melindungi kesehatan pendengaran pekerja di industri tekstil sintetis.

Published

2026-07-21

How to Cite

Satyaningtias, A. J., Cahya, A. A., Nasution, R. N., & Pongmasangka, N. L. (2026). Analisis Tingkat Kebisingan dan Upaya Pengendalian Penyakit Akibat Kerja di Area DTY pada PT X. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 579–589. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.887

Issue

Section

Articles