Analisis Penyakit Akibat Kerja dan Upaya Kesehatan Kerja pada Proyek Pembangunan Gedung dan Prasarana Penunjang Perkeretaapian PT X
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.889Keywords:
Debu Semen, Kesehatan Kerja Konstruksi, Penyakit Akibat Kerja, Program Kesehatan KerjaAbstract
Paparan debu semen merupakan salah satu risiko kesehatan kerja yang paling dominan pada proyek konstruksi gedung dan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko penyakit akibat kerja (PAK) akibat paparan debu semen berdasarkan dokumen Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC), Aspek Dampak dan Manajemen (ASDAM), serta pelaksanaan program kesehatan kerja di Perusahaan X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari hasil Medical Check Up (MCU) periode 6–15 Mei 2025 terhadap 38 tenaga kerja yang seluruhnya dinyatakan Fit to Work. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dibandingkan dengan PP No. 28 Tahun 2024 dan PP No. 5 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan debu semen teridentifikasi pada 14 aktivitas konstruksi dengan tingkat risiko dominan kategori Medium (2c). Upaya pengendalian yang diterapkan meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, terutama pada pengukuran kadar debu, pemeriksaan spirometri, dan pengendalian teknis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan surveilans kesehatan kerja dan pengendalian risiko berbasis HIRADC secara berkala.




