Stigma Sosial Terhadap ODGJ: Pendekatan Nilai Rahmah Dalam Perspektif Islam
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.895Abstract
Stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menimbulkan diskriminasi serta menghambat proses pemulihan pasien. Dalam ajaran Islam, nilai rahmah (kasih sayang) menekankan pentingnya sikap empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk terhadap individu dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap ODGJ serta peran nilai rahmah dalam mengurangi stigma di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga partisipan yang terdiri dari p agama, perawat spesialis jiwa, dan perwakilan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap ODGJ masih cukup kuat, dipengaruhi oleh persepsi negatif, anggapan sebagai aib keluarga, serta kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan mental. Penerapan nilai rahmah dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi pendekatan penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial terhadap ODGJ. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya pelurusan pemahaman keagamaan, edukasi kesehatan mental berbasis nilai Islam yang humanis, serta penguatan peran tokoh agama untuk membentuk implikasi keperawatan jiwa komunitas yang lebih inklusif dan suportif.




