Hubungan Pengetahuan Keluarga terhadap Kesiapan Keluarga dalam Merawat Pasien Pascastroke
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.896Keywords:
Kesiapan Keluarga, Pengetahuan Keluarga, Perawatan Pasien PascaStroke & StrokeAbstract
Stroke merupakan gangguan pada sistem saraf akibat serangan pada otak yang dapat menimbulkan kelumpuhan dan penurunan fungsi tubuh. Pengetahuan keluarga memiliki peran penting dalam membantu memahami kondisi pasien, tujuan perawatan, serta pengambilan keputusan yang tepat. Kesiapan keluarga diartikan sebagai kemampuan dan keyakinan keluarga dalam menjalankan peran sebagai perawat pasien Pascastroke. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kesiapan keluarga dalam merawat pasien Pascastroke di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 57 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05 untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat pasien Pascastroke. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (61,4%), berusia 46–55 tahun (40,5%), berpendidikan SD (35,1%), dan bekerja sebagai wiraswasta (36,8%). Sebagian besar responden memiliki pengalaman merawat pasien stroke sebanyak dua kali (42,1%) dan memperoleh informasi melalui media (36,8%). Distribusi data menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan tidak siap merawat pasien Pascastroke sebanyak 41 orang (71,9%). Hasil uji Chi-Square memperoleh P-Value 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kesiapan merawat pasien Pascastroke. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pengetahuan keluarga, semakin baik pula kesiapan mereka dalam memberikan perawatan. Oleh karena itu, perlu diperlukan edukasi dan penyuluhan kesehatan mengenai stroke, perawatan, serta pencegahan komplikasi untuk meningkatkan kesiapan keluarga.




