Hubungan Karakteristik Demografi Ibu Postpartum dengan Metode Kontrasepsi yang Digunakan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.897Keywords:
Ibu Postpartum, Karakteristik Demografi, Metode KontrasepsiAbstract
Penggunaan metode kontrasepsi pada ibu Postpartum merupakan upaya penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan mendukung keberhasilan program keluarga berencana. Pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai karakteristik demografi ibu Postpartum, seperti usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, metode persalinan, dan lama pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi ibu Postpartum dengan metode kontrasepsi yang digunakan di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo dan Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan metode kontrasepsi hormonal sebanyak 42 orang (61,8%), dengan jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah implant. Sementara itu, metode kontrasepsi non hormonal digunakan oleh 26 responden (38,2%), dengan IUD sebagai metode yang paling banyak dipilih. Responden usia dewasa awal, berpendidikan SMA, tidak bekerja, Multipara, persalinan normal, serta lama pernikahan kurang dari 10 tahun cenderung menggunakan kontrasepsi hormonal. Sebaliknya, responden usia dewasa akhir, Grande Multipara, persalinan Sectio Caesarea, dan lama pernikahan lebih dari 10 tahun lebih banyak menggunakan kontrasepsi non hormonal. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik demografi ibu Postpartum dengan penggunaan metode kontrasepsi (p < 0,005) .Disimpulkan bahwa karakteristik demografi ibu Postpartum berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi dan konseling kontrasepsi yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan ibu Postpartum.




