Hubungan Caring Petugas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primipara di Rumah Bersalin
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.898Keywords:
Caring Petugas Kesehatan, Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Ibu Primipara, PersalinanAbstract
Kecemasan saat persalinan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh ibu primipara dan dapat berdampak negatif terhadap proses persalinan, termasuk peningkatan persepsi nyeri dan gangguan kemajuan persalinan. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu adalah faktor psikososial, seperti perilaku caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga. Caring petugas kesehatan tercermin melalui komunikasi terapeutik, empati, perhatian, serta pendekatan yang melibatkan keluarga dalam proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu primipara di rumah bersalin Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan survey analitik dengan pendekatan cros-sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin di Kota Payakumbuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu primipara dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner meliputi kuesioner caring petugas kesehatan (20 item), dukungan keluarga (12 item), dan tingkat kecemasan (20 item). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara caring petugas kesehatan dengan tingkat kecemasan ibu primipara (p = 0,005 < 0,05; OR = 25,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,019 < 0,05; OR = 16,000). Ibu yang memperoleh caring yang baik dan dukungan keluarga yang optimal cenderung mengalami kecemasan ringan. Dapat disimpulkan bahwa caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu primipara saat persalinan. Peningkatan praktik kebidanan berbasis caring dan keterlibatan keluarga secara aktif dalam proses persalinan perlu dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan psikologis ibu.




