Perbedaan Pengaruh Continuous Running Dan Skipping Terhadap Peningkatan Vo₂ Max Pada Pemain Sepak Bola
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.899Keywords:
VO₂ Max, continuous running, skipping, pemain sepak bola, daya tahan aerobik.Abstract
Kemampuan daya tahan aerobik yang optimal sangat diperlukan oleh
pemain sepak bola untuk mempertahankan performa selama latihan maupun pertandingan.
Kapasitas aerobik yang kurang baik dapat menyebabkan kelelahan lebih cepat sehingga
menurunkan efektivitas permainan. Continuous running dan skipping merupakan metode
latihan aerobik yang sering digunakan untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi yang
tercermin melalui nilai VO₂Max. Tujuan: Mengetahui pengaruh Continuous running dan
skipping terhadap peningkatan VO₂ Max serta mengetahui perbedaan pengaruh kedua
latihan tersebut pada pemain sepak bola usia 13–15 tahun di Sekolah Sepak Bola
Kridhaning Karsa Ksatria (KKK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi
experimental dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian
berjumlah 18 pemain sepak bola yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok
Continuous running (n=9) dan kelompok skipping (n=9). Intervensi diberikan selama 4
minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu. Pengukuran VO₂ Max dilakukan
menggunakan Cooper Test 12 menit sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data
menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Hasil uji
Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa latihan Continuous running berpengaruh
signifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepak bola (p=0,007). Latihan
skipping juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan VO₂ Max pada pemain sepak
bola (p=0,007). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh
yang signifikan antara latihan Continuous running dan skipping terhadap peningkatan VO₂
Max (p=0,008). Kelompok Continuous running menunjukkan peningkatan VO₂ Max yang
lebih besar dibandingkan kelompok skipping. Kesimpulan: Continuous running dan skipping
sama-sama efektif meningkatkan VO₂ Max pada pemain sepak bola. Namun, Continuous
running lebih efektif dibandingkan skipping dalam meningkatkan VO₂ Max pada pemain
sepak bola usia 13–14 tahun di Sekolah Sepak Bola Kridhaning Karsa Ksatria (KKK).




