Hubungan Durasi Bekerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pedagang Sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa

Authors

  • Nadia Tamba Universitas Negeri Manado
  • Achmad Paturusi Universitas Negeri Manado
  • Merdekawati E. Weken Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.900

Keywords:

Dunia Bekerja, Tingkat Kelelahan Kerja, Pedagang Sembako, Pasar Tondano Kabupaten Minahasa

Abstract

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, identifikasi masalah penelitian ini
mencakup beberapa aspek penting berupa jam kerja panjang, tuntutan fisik tinggi, serta
kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kelelahan
kerja yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Selain itu durasi atau lama kerja
menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kelelahan kerja, dimana semakin
lama seseorang berdagang (dalam jam per hari), semakin tinggi kemungkinan terjadinya
akumulasi kelelahan fisik, mental, dan emosional. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian mengenai hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada
pedagang sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui hubungan durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembako
di pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Metode penelitian ini menggunakan metode
penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan cross-sectional. Variabel pada penelitian ini terbagi dua, yaitu
variabel dependen berupa kelelahan kerja, dan variabel independen berupa durasi bekerja.
Penelitian ini akan dilakukan di pasar Tondano, Kabupaten Minahasa dan pengambilan data
akan dilaksanakan pada bulan April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pedagang sembako di Pasar Tondano, Kabupaten Minahasa sebanyak 58 responden. Adapun
besaran sampel dalam penelitian ini sejumlah 58 responden dengan menggunakan rumus total
sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan tentang hubungan durasi bekerja
dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang sembako di Pasar Tondano Kabupaten
Minahasa, maka dapat diambil kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki durasi kerja
lebih dari 8 jam per hari yaitu sebanyak 55 orang (94,8%), sedangkan responden yang bekerja
kurang dari 8 jam hanya sebanyak 3 orang (5,2%). Sebagian besar responden mengalami
kelelahan kerja. Responden yang berada pada kategori lelah sebanyak 25 orang (43,1%) dan
kategori sangat lelah sebanyak 21 orang (36,2%), sehingga total responden yang mengalami
kelelahan kerja mencapai 46 orang (79,3%). Sementara itu, responden yang tidak mengalami
kelelahan kerja sebanyak 12 orang (20,7%). Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan uji
korelasi Spearman diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,008 (<0,05) dengan nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,345. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara durasi bekerja dengan tingkat kelelahan kerja pada pedagang di Pasar
Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan
kekuatan korelasi lemah, yang berarti semakin lama durasi bekerja yang dilakukan pedagang
maka semakin tinggi tingkat kelelahan kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin pendek durasi
bekerja maka tingkat kelelahan kerja cenderung lebih rendah.

Published

2026-07-16

How to Cite

Tamba, N., Paturusi, A., & Weken, M. E. (2026). Hubungan Durasi Bekerja dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pedagang Sembako di Pasar Tondano Kabupaten Minahasa. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 260–273. https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.900

Issue

Section

Articles