Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial dan Literasi Digital Terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.901Keywords:
Durasi, Media Sosial, Literasi Digital, Reproduksi RemajaAbstract
Remaja merupakan fase perkembangan yang kritis karena terjadi perubahan pesat pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, termasuk perkembangan organ reproduksi yang menuntut pemahaman kesehatan reproduksi yang benar sejak dini. Karena topik ini masih dianggap tabu, banyak remaja beralih ke media sosial yang digunakan dalam durasi panjang sebagai sumber informasi. Namun, tidak semua informasi yang diperoleh akurat, sehingga literasi digital menjadi kunci agar remaja mampu mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan bijak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 125 orang siswa yang dipilih menggunakan metode Stratified Random Sampling. Instrument penelitian berupa lembar observasi durasi penggunaan media sosial (durasi penggunaan per hari dan jenis media sosial), kuesioner literasi digital yang telah diuji validitas dan reliabilitas dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p < 0,05) dan terdapat juga hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan literasi digital dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara durasi penggunaan media sosial dan literasi digital dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Semakin lama penggunaan media sosial, semakin besar peluang memperoleh informasi kesehatan reproduksi, meskipun dipengaruhi oleh kualitas konten yang diakses. Selain itu, literasi digital berperan dalam membantu remaja memahami dan menilai informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi secara lebih akurat.




