Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.911Keywords:
Hipertensi, Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Minum ObatAbstract
Latar Belakang: Penyakit hipertensi merupakan kondisi patologis kronis non-infeksi yang prevalensi kasusnya terus melonjak tajam serta menempati posisi teratas sebagai stimulus angka morbiditas dan mortalitas utama di lingkungan nasional. Salah satu determinan mendasar dalam mengendalikan kestabilan tekanan darah pada penderita adalah ketepatan serta keteraturan perilaku konsumsi regimen obat antihipertensi, yang dalam kajian teoritis dipengaruhi secara fundamental oleh kapasitas wawasan kognitif pasien. Tujuan: Penelitian ini diorientasikan untuk menakar serta menganalisis interkoneksi fungsional antara tingkat pemahaman atau pengetahuan kognitif dengan tingkat kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi di kawasan Puskesmas Tompaso, Minahasa. Metode: Studi kuantitatif ini memakai strategi korelasional deskriptif yang dilengkapi pendekatan rancangan belah lintang (cross-sectional). Dari total populasi terdapat sebanyak 953 individu penderita, penarikan sampel menetapkan 100 partisipan lewat skema purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Fase ekstraksi data mengandalkan instrumen ukur berupa kuesioner baku Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) untuk mengukur aspek pemahaman kognitif, serta parameter Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) guna mendeteksi tingkat kepatuhan obat. Teknik kalkulasi bivariat diselesaikan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Square berbantuan software SPSS. Hasil: Deskripsi data univariat mengonfirmasi bahwa mayoritas subjek studi berada dalam tingkat pengetahuan berkategori tinggi (55%) serta menunjukkan kualifikasi kepatuhan terapi obat yang disiplin (53%). Dari pengolahan statistik bivariat, didapatkan signifikansi nilai fungsional P-Value = 0,000 (p < = 0,05), yang menandakan terdapat hubungan struktural yang sangat nyata dan kuat secara statistik antara tingkat pemahaman pengetahuan dengan ketaatan meminum obat penderita. Simpulan: Pemahaman komprehensif dari penderita mengenai hipertensi memegang kendali yang sangat sentral dalam menstimulasi kedisiplinan minum obat jangka panjang secara konsisten. Disarankan bagi unit pelayanan kesehatan untuk secara kontinu melangsungkan penyuluhan klinis demi memitigasi kerentanan komplikasi vaskuler sekunder.




