Pengaruh Expressive Writing Pada Pasien Dengan Gangguan Kecemasan Di Puskesmas Limboto
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.912Keywords:
Expressive Writing, Kecemasan, Pasien, Puskesmas, Terapi NonfarmakologisAbstract
Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami individu dan dapat berdampak
pada kondisi fisik maupun psikologis. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk
menurunkan tingkat kecemasan adalah terapi expressive writing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh expressive writing terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien di Puskesmas Limboto.
Penelitian ini menggunakan desain preeksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi
dalam penelitian ini berjumlah 30 pasien dengan gangguan kecemasan di Puskesmas Limboto dan seluruh
populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 30 responden.
Intervensi expressive writing dilakukan sebanyak 4 sesi selama 4 hari berturut-turut dengan durasi ±20 menit
setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Hamilton
Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah
diberikan intervensi expressive writing. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan
expressive writing terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan nilai p-value < 0,05. Dengan demikian,
expressive writing dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis dalam menurunkan tingkat
kecemasan pada pasien, khususnya di pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas.




