Pengaruh Massage Tuina Dan Edukasi Untuk Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.915Keywords:
Massage Tuina, Edukasi Terkait Stunting, Stunting, Indeks Massa Tubuh (IMT/U), Bayi 6-24 BulanAbstract
Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) merupakan indikator penting untuk menilai status gizi bayi,
mencerminkan keseimbangan antara berat dan panjang badan sesuai usia. Peningkatan IMT/U menujukkan
perbaikan status gizi, sedangkan IMT/U rendah berisiko menyebabkan pertumbuhan linear terhambat (stunting).
Massage tuina merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat merangsang nafsu makan dan meningkatkan
penyerapan nutrisi, berpotensi menigkatkan IMT/U pada bayi. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh massage
tuina dibandingkan edukasi terkait stunting terhadap peningkatan IMT sebagai upaya pencegahan stunting pada
bayi usia 6–24 bulan di Posyandu Cicarulang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-
posttest two group design dengan 25 sampel bayi usia 6–24 bulan berisiko stunting, dibagi menjadi kelompok
massage tuina dan edukasi, serta diukur menggunakan Z-score IMT/U. Hasil: kelompok massage tuina
menunjukkan peningkatan IMT/U signifikan (p=0,001; p<0,05), sedangkan kelompok edukasi tidak signifikan
dengan nilai (p=0,339; p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,001), massage tuina
terbukti lebih efektif. Kesimpulan: Massage tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan IMT/U pada
bayi berisiko stunting usia 6-24 bulan dan lebih efektif dibandingkan edukasi stunting di Posyandu Cicarulang.
Massage tuina dapat dipertimbangan sebagai intervensi non-farmakologis berbasis komunitas secara rutin
disertai edukasi gizi.




