Gambaran Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Lanjut Usia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.916Keywords:
Dukungan Keluarga, Hipertensi, Kemandirian Keluarga, Lanjut Usia, Perawatan LansiaAbstract
Latar Belakang: Peningkatan kasus hipertensi lansia di Puskesmas Telaga Biru serta rendahnya kemandirian keluarga,
di mana perawatan di rumah masih bersifat pasif, reaktif terhadap keluhan fisik, dan kurang memahami penanganan
dini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian keluarga dalam merawat lansia dengan
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan populasi
sebanyak 210 keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi. Dari populasi tersebut, diperoleh sampel sebanyak 68
responden keluarga yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik non-probability sampling
dengan pendekatan purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal tingkat kemandirian keluarga
dalam merawat lansia dengan hipertensi. Seluruh data primer dikumpulkan secara komprehensif menggunakan
instrumen kuesioner karakteristik demografi, kuesioner kemandirian keluarga, serta lembar observasi. Selanjutnya, data
yang telah terkumpul dianalisis secara univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dengan
menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.0 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga
berada pada kategori Kemandirian III sejumlah 37 orang (54,4%). Selebihnya berada pada kategori Kemandirian II
sebanyak 19 orang (27,9%), Kemandirian I sebanyak 8 orang (11,8%) , dan kelompok paling rendah adalah
Kemandirian IV sebanyak 4 orang (5,9%). Kesimpulan: Sebagian besar keluarga sudah mampu mempraktikkan
tindakan keperawatan sederhana (Kemandirian III).




