Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.917Keywords:
Anemia, Ibu hamil, Kepatuhan, Tablet Fe, Dukungan SuamiAbstract
Anemia defisiensi besi pada ibu hamil masih menjadi tantangan kesehatan global yang meningkatkan risiko perdarahan pasca-salin dan kematian maternal. Program jaminan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan seringkali terhambat oleh rendahnya angka kepatuhan konsumsi akibat efek samping dan faktor psikososial. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi TTD dan hubungannya dengan kejadian anemia pada ibu hamil melalui tinjauan literatur. Essay ini menggunakan metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan rentang publikasi 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, terpilih 10 artikel penelitian orisinal yang dianalisis secara kualitatif. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik (p = 0,001) dan sikap positif (p = 0,000) menjadi faktor internal utama pendorong kepatuhan. Secara eksternal, dukungan suami (p = 0,000) dan keluarga berperan sebagai pengawas harian yang meningkatkan kedisiplinan ibu. Hambatan biologis berupa mual dan kesalahan cara konsumsi (meminum TTD bersama teh) terbukti menurunkan efikasi absorpsi zat besi (p = 0,022). Kepatuhan konsumsi TTD dan pencegahan anemia dipengaruhi oleh sinergi faktor internal ibu, ketepatan cara konsumsi, serta dukungan sosial. Bidan direkomendasikan melibatkan suami sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dalam asuhan kebidanan antenatal.




