Hubungan Kesepian dengan Kualitas Tidur pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru

Authors

  • Berry Waldain Universitas Riau
  • Niken Yuniar Sari Universitas Riau
  • Anisa Yulvi Azni Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.919

Keywords:

Kesepian, Kualitas Tidur, Lansia

Abstract

Pendahuluan: Populasi lansia terus meningkat secara global maupun di Indonesia sehingga lansia menjadi kelompok rentan yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut dapat memicu perasaan kesepian yang berdampak pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 99 lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). UCLA Loneliness Scale Version 3 memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s alpha 0,914, sedangkan PSQI dinyatakan valid dengan nilai r-hitung > r-tabel (0,374) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha 0,745. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia berada di usia Elderly dengan rentang 60-74 tahun dengan jumlah 94 responden (94.9%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,6%) dan berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (42,4%). Tingkat kesepian tertinggi berada pada kategori kesepian sedang (37,4%), sedangkan sebagian besar lansia memiliki kualitas tidur yang Buruk (62,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dan kualitas tidur pada lansia. Responden dengan tingkat kesepian sedang dan berat lebih banyak mengalami kualitas tidur buruk. Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami lansia, maka kualitas tidurnya cenderung semakin buruk.

Published

2026-07-25

How to Cite

Waldain, B., Sari, N. Y., & Azni, A. Y. (2026). Hubungan Kesepian dengan Kualitas Tidur pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 817–825. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.919

Issue

Section

Articles