Perbandingan Stabilitas MAP Intraoperatif pada Pemberian Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin pada Tindakan Kuretase dengan Anestesi Tiva
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.929Keywords:
Total Intravenous Anesthesia, Ketofol, Propofol, Fentanyl, Ketamin, Mean Arterial Pressure, KuretaseAbstract
Kuretase merupakan prosedur ginekologi singkat yang memerlukan anestesi dengan onset cepat, efek analgesia adekuat, serta stabilitas hemodinamik yang baik. Total Intravenous Anesthesia (TIVA) banyak digunakan pada prosedur ini, dengan kombinasi Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin sebagai pilihan yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan stabilitas Mean Arterial Pressure (MAP) intraoperatif pada pasien kuretase yang mendapatkan kombinasi Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Randomized Controlled Trial (RCT) dan rancangan two-group posttest-only design. Sampel terdiri dari 30 pasien yang menjalani kuretase di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso pada April–Mei 2026, yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni Propofol dan Fentanyl (n = 15) serta Propofol dan Ketamin (n = 15). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta pengujian Mann–Whitney U dengan taraf signifikansinya p < 0,05. Temuan studi memperlihatkan bahwa data MAP intraoperatif pada kelompok Propofol dan Fentanyl tidak berdistribusi normal (p = 0,004), sedang kelompok Propofol dan Ketamin berdistribusi normal (p = 0,132). Analisis Mann–Whitney menunjukkan nilai akhir MAP intraoperatif kelompok Propofol dan Ketamin memiliki Mean Rank 21,13 dan Sum of Rankss 317,00, lebih tinggi dibanding kelompok Propofol dan Fentanyl dengan Mean Rank 9,87 serta Sum of Rankss 148,00. Uji statistiknya mempelihatkan perbedaan signifikan dari kedua kelompoknya (U = 28,000; Z = -3,543; p < 0,001). Namun, analisis selisih atau fluktuasi MAP tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok Propofol dan Ketamin (Mean Rank 16,83) dan Propofol dan Fentanyl (Mean Rank 14,17) dengan nilai U = 92,500 dan p = 0,403. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi Propofol dan Ketamin (Ketofol) lebih efektif dalam mempertahankan stabilitas MAP intraoperatif dibandingkan kombinasi Propofol–Fentanyl pada pasien yang menjalani tindakan kuretase.




