Gambaran Status Gizi Pada Anak Di Panti Asuhan Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.930Keywords:
Anak, Berat Badan, Panti Asuhan , Status Gizi, Tinggi BadanAbstract
status gizi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan terutama pada anak panti asuhan karena
mereka memilki kerentanan lebih tinggi terhadap masalah kesehatan dan pertumbuhan. Lingkungan panti, pola
makan yang seragam, serta keterbatasan pemenuhan kebutuhan gizi individu dapat mempengaruhi proses
tumbuh kembang anak. Kondisi ini berisiko menimbulkan masalah seperti stunting, gizi kurang dan
keterlambatan perkembangan. Tujuan: mengetahui karakteristik responden, serta gambaran status gizi anak usia
5-18 tahun berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. Metode: deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional, menggunakan metode total sampling yaitu 106 responden. Hasil: paling banyak responden berusia 13-
18 tahun (69,8%), perempuan (52,8%), berpendidikan SMA (42,5%), distribusi frekuensi status gizi berat badan
anak usia 5-10 tahun termasuk kategori gizi normal (76.9%), distribusi frekuensi status gizi tinggi badan pada
anak usia 5-18 tahun sangat pendek (44,3%), distribusi frekuensi status gizi indeks massa tubuh pada anak usia
5-18 tahun gizi baik (36,8%). Kesimpulan: pemelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat anak dengan
kategori gizi baik, namun masih terdapat anak dengan tinggi badan kategori sangat pendek. Kondisi ini
memerlukan tindak lanjut berupa pemantauan pertumbuhan secara berkala, perbaikan kualitas makanan, serta
perencanaan pemenuhan gizi yang lebih tepat di lingkungan panti asuhan untuk mencegah dampak jangka
panjang dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.




