Hubungan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Panjang Badan Bayi Lahir Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.936Keywords:
Anemia, Bayi Baru Lahir, Ibu Hamil, Panjang BadanAbstract
Anemia pada ibu hamil apabila tidak segera ditangani yaitu terjadinya penurunan daya tahan tubuh, perdarahan,
pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat seperti panjang badan rendah. Panjang badan merupakan indikator
yang baik untuk pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
kejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif.
Jumlah populasi sebanyak 115 orang dengan jumlah sampel sebanyak 115 atau total sampling. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi yaitu
kategori tidak anemia sebanyak 59 orang sedangkan ibu mengalami anemia sebanyak 56 orang sedangkan panjang
badan BBL tertinggi yaitu kategori normal sebanyak 56 orang sedangkan kategori pendek sebanyak 50 orang dan
kategori sangat pendek sebanyak 9 orang dengan nilai Pvalue 0,000 dimana nilai ini < 0,05 yang artinya Ha diterima
dan H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan kejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir di
RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Saran untuk pihak rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya agar selalu
memberikan edukasi pada ibu hamil tentang nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia serta dampak
anemia saat hamil.




