Hubungan Somatotipe Dan Status Gizi Dengan Performa Atlet UKM Taekwondo Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.938Keywords:
somatotipe, status gizi, VO 2 maks, taekwondoAbstract
Performa atlet taekwondo dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kapasitas aerobik (VO 2 maks) yang
diduga berkaitan dengan karakteristik somatotipe dan status gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan somatotipe dan status gizi terhadap performa pada atlet UKM taekwondo Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Performa diukur menggunakan multistage fitness test (MFT) yang dikonversi menjadi nilai VO 2 maks,
status gizi dihitung berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan somatotipe dihitung menggunakan
formula Heath-Carter. Data dianalisis dengan uji normalitas shapiro – wilk (p > 0,05) dan uji hubungan
menggunakan uji korelasi pearson serta spearman rank dengan (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
rata rata performa atlet adalah 41,6 ± 8,5 mL/kgBB/menit dengan mayoritas performa atlet masuk kategori baik
(45,2%), skor endomorf 5,1 ± 0,88, mesomorf 2,3 ± 1,51, ektomorf 2,2 ± 1,53 dengan mayoritas somatotipe
ektomorfik endomorf (45,2%) dan status gizi 21,8 ± 3,47 kg/m 2 dengan mayoritas IMT normal (74,2%). Hasil
analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen endomorf (r = -0,2856;
p = 0,1194), mesomorf (r = 0,0614 ; p = 0,7430), ektomorf (r = -0,0171 ; p = 0,9272), maupun status gizi (r =
0,1130 ; p = 0,5449) dengan VO 2 maks. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa somatotipe dan status gizi tidak
memiliki hubungan secara signifikan dengan performa atlet.




