Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dengan Perubahan Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Imogiri II Kabupaten Bantul
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.945Keywords:
Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Status Gizi, Gizi Kurang, BalitaAbstract
Status gizi balita yang optimal merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas. Namun, prevalensi gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program pemerintah yang telah dikenal sebagai salah satu intervensi untuk meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan perubahan status gizi pada balita gizi kurang di Puskesmas Imogiri II Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain pre-eksperimental yang menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 39 balita yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar dokumentasi atau lebar pencatatan data sebagai sumber data sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi laporan harian pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Puskesmas Imogiri II. Uji statistik yang digunakan adalah uji pengaruh non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,66 dengan p-value 0,00 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi balita sebelum dan sesudah intervensi PMT. Ini menunjukkan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan status gizi balita, sehingga dapat mendukung proses tumbuh kembang yang optimal




