Perbedaan Daya Tahan Kardiorespirasi Berdasarkan Tingkat Aktivitas Fisik Di Panti Lansia Dan Komunitas
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.948Keywords:
Daya Tahan Kardiorespirasi, Aktivitas Fisik , Six Minute Walk Test, International Physical Activity Questionnaire Short Form, LansiaAbstract
Penurunan daya tahan kardiorespirasi pada lansia dapat berdampak pada menurunnya kemampuan fungsional
dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik, di mana lansia dengan
aktivitas fisik rendah cenderung mengalami penurunan kapasitas fisik yang lebih cepat. Perbedaan tingkat
aktivitas fisik antara lansia yang tinggal di panti dan komunitas juga berpotensi memengaruhi daya tahan
kardiorespirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan kardiorespirasi berdasarkan
tingkat aktivitas fisik pada lansia di panti dan komunitas. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan
pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian adalah lansia berusia >60 tahun, bersedia menjadi
responden, tidak menggunakan alat bantu jalan, serta memiliki skor aktivitas fisik <600 MET-menit/minggu dan
≥600 MET-menit/minggu. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity
Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), sedangkan daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan Six Minute
Walk Test (6MWT) dengan lintasan 15 meter. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan Independent
Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada daya tahan kardiorespirasi
berdasarkan tingkat aktivitas fisik pada lansia dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Lansia dengan tingkat aktivitas
fisik yang lebih tinggi (rerata 1964,09 MET-menit/minggu) memiliki daya tahan kardiorespirasi yang lebih baik
dibandingkan lansia dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah (rerata 309,49 MET-menit/minggu), yang
ditunjukkan oleh rerata jarak tempuh Six Minute Walk Test (6MWT) pada kelompok aktif yang lebih tinggi
dibandingkan kelompok kurang aktif, yaitu sebesar 206,60±18,36 meter dan 113,61±36,12 meter di BPSTW
Abiyoso serta 470,04±131,64 meter dan 165,07±15,03 meter di Komunitas Si Mbah Bugar. Kesimpulannya,
terdapat perbedaan daya tahan kardiorespirasi berdasarkan tingkat aktivitas fisik pada lansia, di mana lansia yang
aktif secara fisik memiliki daya tahan kardiorespirasi yang lebih baik dibandingkan lansia yang kurang aktif.




