Hubungan Fear of Missing Out terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Remaja di SMAN 11 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.953Keywords:
Fear of Missing Out, FOMO, Perilaku, Prokrastinasi Akademik, Remaja, SMA, SkripsiAbstract
Fear of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami remaja, ditandai dengan rasa cemas karena takut tertinggal dari aktivitas sosial, yang dapat mengganggu fokus belajar dan memicu perilaku prokrastinasi akademik sehingga berdampak pada prestasi dan kesehatan mental remaja. Survei awal di SMAN 11 Pekanbaru menggambarkan sebagian responden berpotensi mengalami prokrastinasi akademik yang disebabkan oleh FOMO. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sebanyak 192 siswa/i dijadikan sampel dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FOMO (10 item, reliabilitas 0,728) dan prokrastinasi akademik (29 item, reliabilitas 0,872) yang sudah diujikan validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan siswa/i mengalami FOMO pada kategori rendah (50,5%) dan prokrastinasi akademik dalam kategori seimbang (50,0%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara FOMO dengan prokrastinasi akademik (P-Value = 0,000). Semakin rendah FOMO maka semakin rendah perilaku prokrastinasi akademik, sebaliknya jika semakin tinggi FOMO maka semakin tinggi perilaku prokrastinasi akademik. Disarankan perhatian guru dan sekolah dapat dilakukan melalui edukasi media sosial sehat, konseling BK, dan pelatihan manajemen waktu di kelas.




