Pengaruh Penggunaan Anesthesia Pillow dengan Sniffing Position Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di RSUD Wates
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.956Keywords:
anesthesia pillow, sniffing position, saturasi oksigen, pasca operasi, general anestesiAbstract
Pasien post operasi dengan general anestesi berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen akibat sisa efek obat anestesi, penurunan tonus otot faring, dan obstruksi jalan napas atas. Kondisi ini perlu penatalaksanaan awal untuk mencegah terjadinya desaturasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pengaturan posisi kepala dengan anesthesia pillow dengan sniffing position, untuk mempertahankan patensi jalan napas dan meningkatkan oksigenasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan anesthesia pillow dengan sniffing position terhadap saturasi oksigen pada pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD Wates. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pre-test, post-test dengan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 54 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 27 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan anesthesia pillow dengan sniffing position selama 2 menit, pada kelompok kontrol menggunakan posisi standar head-up 30°. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Uji wilcoxon menunjukan terdapat perubahan yang bermakna saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,000. Uji Mann-Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan pada pre- test kedua kelompok (p = 0,278), namun, setelah intervensi terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p = 0,000. Simpulan: Penggunaan anesthesia pillow dengan sniffing position berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD Wates. Saran: intervensi ini dapat dipertimbangkan rumah sakit dan penata anestesi sebagai intervensi nonfarmakologis di ruang pemulihan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen pasien post operasi.




