Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.957Keywords:
Anemia, Remaja putri, Status gizi (IMT), Pola konsumsi, Aktivitas fisikAbstract
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup remaja putri. Di SMA Negeri 1 Godean, prevalensi anemia mencapai 31,94%, didorong oleh gaya hidup dan status gizi yang tidak optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean, khususnya terkait status gizi (IMT), pola konsumsi makanan, dan pola aktivitas fisik. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 siswi kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin dengan hemoglobinometer digital, pengukuran berat dan tinggi badan untuk IMT, serta pengisian kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi p=0,000 (0,000 < 0,05), pola konsumsi makanan p=0,000 (0,000 < 0,05), dan aktivitas fisik p=0,000 (0,000 < 0,05) dengan kejadian anemia. Remaja dengan IMT tidak normal, pola konsumsi rendah, dan aktivitas fisik rendah memiliki proporsi kejadian anemia yang lebih tinggi. Kesimpulan: penelitian ini adalah status gizi dan pola gaya hidup merupakan faktor determinan penting dalam kejadian anemia pada remaja putri. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan program edukasi gizi dan pemantauan kesehatan rutin, serta bagi remaja putri agar meningkatkan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik teratur guna mencegah anemia.




