Hubungan Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) Dengan Tingkat Kesulitan Intubasi Endotracheal Pada Pasien Anestesi Umum Di RSUD Kota Yogyakarta

Authors

  • Arfadila YS Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Nia Handayani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Gatot Suparmanto Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.963

Keywords:

Obstructive Sleep Apnea (OSA), STOP-BANG, kesulitan intubasi, intubasi endotrakeal, anestesi umum

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan obstruksi berulang pada saluran napas atas. Pada pasien yang menjalani anestesi umum, OSA dapat meningkatkan risiko kesulitan intubasi endotrakeal akibat perubahan anatomi dan fisiologi jalan napas. Kesulitan intubasi berisiko menimbulkan komplikasi perioperatif. Oleh karena itu, identifikasi dini derajat OSA penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat OSA dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 pasien yang menjalani anestesi umum dengan teknik intubasi endotrakeal yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) diukur menggunakan kuesioner STOP-BANG, tingkat kesulitan intubasi menggunakan intubation difficulty scale (IDS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) didapatkan sebagian besar pada kategori risiko sedang (61,4%), diikuti kategori tinggi (29,5%) dan rendah (9,1%). Tingkat kesulitan intubasi mayoritas berada pada intubasi sedikit sulit/sedang (50,0%). kategori intubasi mudah (25%) dan intubasi sulit (25%). Sebagian besar responden dengan derajat OSA sedang mengalami intubasi sedikit sulit/sedang (59,3%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal (r =0,385; p =0,010). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa derajat OSA berhubungan signifikan dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum.

Published

2026-07-29

How to Cite

YS, A., Handayani, N., & Suparmanto, G. (2026). Hubungan Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) Dengan Tingkat Kesulitan Intubasi Endotracheal Pada Pasien Anestesi Umum Di RSUD Kota Yogyakarta. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1000–1006. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.963

Issue

Section

Articles