Gambaran Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Penata Anestesi dan Tingkat Kecemasan Pasien Praoperasi Sectio Caesarea dengan Teknik SAB di RSUD Haryoto Lumajang Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.975Keywords:
Komunikasi Terapeutik, Penata Anestesi, Kecemasan, Praoperasi, Sectio Caesarea, SABAbstract
Pasien praoperasi Sectio Caesarea dengan teknik Subarachnoid Block sering mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis sebelum tindakan. Komunikasi terapeutik penata anestesi berperan dalam memberikan informasi, rasa aman, dan dukungan kepada pasien selama periode praoperasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi dan tingkat kecemasan pasien praoperasi SC dengan teknik SAB di RSUD Haryoto Lumajang Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di ruang persiapan operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Haryoto Lumajang pada Maret–Mei 2026. Sampel berjumlah 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik dan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secara univariat. Sebagian besar responden berusia 18–31 tahun (59,8%), dengan rata-rata usia 30,04 tahun, berpendidikan SMA (44,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (49,2%). Tingkat kecemasan sebagian besar berada pada kategori berat sebanyak 69 responden (52,3%), sedangkan 63 responden (47,7%) mengalami kecemasan sedang. Pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 63 responden (47,7%), diikuti kategori kurang 59 responden (44,7%), dan baik 10 responden (7,6%). Sebagian besar pasien praoperasi SC dengan teknik SAB mengalami kecemasan berat, sedangkan pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi berada pada kategori cukup.




