Hubungan Peran Kader Kesehatan terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalankan Pengobatan TBC
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.976Keywords:
Kader Kesehatan, Kepatuhan Pengobatan, Tuberkulosis, TBC, PasienAbstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi Obat AntiTuberkulosis (OAT). Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien adalah peran kader kesehatan melalui kegiatan edukasi, pendampingan, motivasi, dan pemantauan pengobatan. Namun, masih ditemukan pasien yang tidak patuh menjalani pengobatan sehingga berisiko mengalami kegagalan terapi dan resistensi obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan TBC di Puskesmas Modayag. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran kader kesehatan dan kepatuhan pengobatan TBC. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peran kader kesehatan dalam kategori baik (55,0%) dan mayoritas pasien memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam menjalankan pengobatan TBC (70,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan TBC. Kesimpulan: Peran kader kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan TBC. Optimalisasi peran kader kesehatan melalui edukasi, pendampingan, dan pemantauan perlu ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan pengobatan TBC.




