Implementasi Penerapan Pemberian Jus Labu Siam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Parifer Tidak Efektif Puskesmas Waingapu (Studi Kasus)
Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.981Keywords:
Hipertensi, Jus Labu Siam, Tekanan Darah, Perfusi Perifer, Terapi Non-FarmakologisAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian jus labu siam (Sechium edule) yang mengandung flavonoid sebagai agen hipotensi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan jus labu siam yang dibuat dari 100 gram labu siam dan 180 ml air. Jus labu diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi jus labu siam . Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian jus labu siam selama 5 hari, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien serta perbaikan gejala seperti sakit kepala dan pusing. Selain itu, terdapat peningkatan kondisi perfusi perifer yang ditandai dengan perbaikan warna kulit, penurunan nyeri ekstremitas, dan peningkatan aktivitas pasien. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah pemberian jus labu siam efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi.




