Analisis Hubungan Higiene Sanitasi Lingkungan dengan Tingkat Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Simpang Pemda Kecamatan Medan Selayang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.993Keywords:
Fly Grill, Higiene Sanitasi Pasar, Kepadatan Lalat, Pasar Tradisional, Pasar SehatAbstract
Pasar tradisional merupakan salah satu sarana umum yang berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit apabila kondisi higiene dan sanitasi lingkungannya tidak memenuhi standar kesehatan. Keberadaan lalat di lingkungan pasar dapat dijadikan sebagai indikator kualitas sanitasi karena lalat berperan sebagai vektor mekanis yang dapat menyebarkan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, kolera, dan tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi higiene sanitasi lingkungan dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Tradisional Simpang Pemda, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penilaian higiene sanitasi pasar mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat yang mencakup aspek lokasi pasar, kondisi bangunan, zonasi ruang dagang, penyediaan air bersih, toilet dan sanitasi, pengelolaan sampah, tempat penjualan bahan pangan, pengendalian vektor, manajemen sanitasi pasar, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan metode Fly Grill pada 10 gerai pedagang yang dipilih berdasarkan jenis komoditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene sanitasi Pasar Simpang Pemda masih belum memenuhi standar Pasar Sehat, khususnya pada aspek zonasi ruang dagang, kondisi toilet dan sanitasi, pengelolaan sampah, tempat penjualan bahan pangan, serta pengendalian vektor. Rata-rata kepadatan lalat yang diperoleh sebesar 17,2 ekor per sesi pengukuran dan termasuk kategori padat. Sebanyak 80% gerai berada pada kategori padat hingga sangat padat, dengan tingkat kepadatan tertinggi ditemukan pada gerai penjualan daging/ikan segar dan makanan matang. Hasil penelitian memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa kondisi higiene sanitasi yang belum optimal berkaitan dengan tingginya kepadatan lalat di lingkungan pasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS), perlindungan bahan pangan, serta pengendalian vektor secara rutin.




